Senin, 19 September 2016

jasa sewa dan pengadaan kasur: Assalamu’alaikum sahabat semua...Disini saya akan ...

jasa sewa dan pengadaan kasur: Assalamu’alaikum sahabat semua...Disini saya akan ...:Assalamu’alaikum sahabat semua...


Disini saya akan shere bagi sahabat yang ingin membeli
keperluaanrumah tangga yang bersifat jangka panjang,salah satunya adalah sa’at
sahabat akan membeli tempat tidur( kasur atau spring bed)
Langsung saja yuk,,,!!!!
Tips sebelum membeli kasur atau springbed
   Kasur adalah alat
rumah tangga yang dibutuhkan semua orang, modelnya bisa berupa kasur kapuk,
kasur busa, springbed, atau kasur berbahan sabut kelapa yang disebut sorbut.
Pada umumnya ketika kita membeli kasur,itu untuk dipakai
dalam jangka waktu yang panjang bahkan hingga bertahun-tahun, oleh karena itu
memilih kasur yang cocok menjadi sangat penting. Ada dua faktor yang harus
dipertimbangkan ketika seseorang hendak membeli kasur yaitu kekuatan dan
kenyamanan.
Kekuatan: Ketahanan sebuah kasur tentu saja ditentukan oleh
jenis material pendukungnya. Untuk kasur busa sudah barang tentu kualitas busa
menjadi kriteria penentu kekuatan, pabrik pembuat busa mempoduksi busa dalam
berbagai variasi untuk memenuhi kebutuhan pasar, banyaknya varian ini
menyebabkan adanya kemungkinan konsumen memilih bahan yang tidak sesuai dengan
peruntuknnya, karena selain untuk kasur material busa juga dipakai untuk
keperluan lainnya seperti; sofa, jok kendaraan, pelapis dinding, pelapis atap
kendaraan,  alat cuci mencuci, peredam
suara, pelindung paket kiriman, pelindung barang elektronika, dan lain-lain,
pemilihan material busa yang tepat menjadi penentu kekuatan sebuah kasur busa.
Sedangkan untuk tempat tidur springbed kekuatannya ditentukan oleh kualitas
spring atau per pendukungnya serta jumlah per terpasang, kalau untuk springbed
produk lokal, keahlian pembuat springbed bisa ikut menentukan kekuatannya
  Kenyamanan: tidak
ada kriteria baku yang menentukan tingkat kenyamanan sebuah kasur. Ini
sepenuhnya bergantung pada kebutuhan pribadi seseorang. Atau dengan kata lain,
penilaian  nyaman terhadap sebuah kasur
akan berbeda untuk tiap-tiap orang, 
namun secara umum penilaian nyaman kasur ditentukan oleh hal-hal seperti
berikut ini; usia apakah masih anak-anak atau sudah dewasa, postur tulang
belakang, jenis kelamin, berat dan tinggi badan, jumlah pengguna apakah untuk
tidur sendiri, berdua atau beberapa orang, suhu ruangan,apakah mengunakan AC
atau tanpa AC, dan yang paling utama dalah kebiasaan  tidur atau sikap yang disukai ketika tidur.
Dari penjelasan diatas, dapat kita disimpulkan bahwa
pemilihan tempat tidur atau kasur yang baik sifatnya pribadi,  tidak ada aturan baku yang dapat dijadikan
standar untuk menentukan tingkat kenyamanan sebuah tempat tidur, oleh karena
itu tidak salah jika harga tempat tidur sangat bervariasi dari yang hanya
ratusan ribu hingga yang ratusan juta juga ada.
Oleh karena barang yang namanya kasur itu biasanya dibeli
untuk dipergunakan dalam jangka waktu yang lama maka akan lebih baik jika pada
saat hendak membeli kasur memilihnya dengan seksama agar bisa memperoleh kasur
yang benar-benar cocok. Jangan membeli kasur hanya berpatokan pada mereknya.
Misalnya kita merasa nyaman memakai kasur A ditempat lain seperti pada saat
menginap di rumah teman atau di hotel, lalu kita langsung mencari dan membeli
kasur A, cara ini sangat tidak disarankan, karena kasur A yang dicoba ditempat
lain  itu mungkin sudah lama dipakai
sedang yang akan dibeli adalah barang baru. Jadi sebaiknya pada saat hendak
membali kasur, usahakan membeli kasur atau spring bed yang sudah teruji kwlitas
bahan materialnya,, dan usahakan juga untuk membeli
kasur yang bergaransi
, karena kasur yang bergaransi ini akan lebih
terjaga kwalitasnya, dan juga apabila ada keruksakan atau kekurangan kasur
tersebut bisa kita kembalikan sesuai dengan jangka waktu garansi yang di
berikan.
kunjungi www.boboyuu.com
 

sholat malam: keutamaan shalat malam

sholat malam: keutamaan shalat malam: Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang terbiasa mengerjakan shalat malam, meskipun suatu ketika tertidur pada suatu ...

keutamaan shalat malam

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang terbiasa mengerjakan shalat malam, meskipun suatu ketika tertidur pada suatu malam karena kelelahan, niscaya pahala shalatnya tetap ditulis baginya, dan tidurnya itu adalah sedekah dari Allah Ta’ala untuknya.” (HR. Daruquthni)

Menghidupkan malam memang berat dan penuh tantangan, apalagi jika cuaca sedang musim dingin atau musim hujan. Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan, ada empat perkara yang bisa dilakukan berkaitan dengan kondisi batin yang memudahkan untuk bangun malam.

Pertama, hendaknya menjaga hati aman dari sikap dengki dan benci kepada kaum muslimin, menjauhkan diri dari bid’ah dan jangan memikirkan dunia secara berlebihan.

Kedua, hendaknya memelihara dengan ketat rasa takut kepada Allah Ta’ala. Apabila seseorang berfikir keras terhadap neraka jahanam dan huru hara akhirat, maka ia akan mengurangi tidur, bahkan sulit tidur.

Ketiga, hendaknya mengetahui keutamaan bangun malam dan shalat malam. Bangun malam adalah cara terbaik untuk membina hubungan dengan Allah Ta’ala.

Keempat, hendaknya cinta kepada Nya. Ketika cinta kepada Allah ada, maka akan gemar pada kesunyian dan bercengkrama dengan Nya, serta lezat dan nyaman dalam berdoa kepada Nya. [1]

Allah Ta’ala memberi anugerah yang sangat besar bagi orang orang yang menghidupkan malam sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah dalam hadist tadi. Bahkan, Rasulullah juga pernah bersabda, “Bahwasanya di malam itu ada suatu saat dimana jika seorang muslim kebetulan memohon kepada Nya suatu kebajikan, niscaya akan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi)

Budaya bangun malam perlu dilatih sejak dini. Untuk melatih agar anak-anak terbiasa menghidupkan malam maka sejak awal menikah pun sudah harus saling melatih bersama pasangan, sehingga jika masing-masing telah terbiasa mudah-mudahan kebiasaan baik tersebut Insya Allah juga akan tertular bagi anak-anaknya. Diriwayatkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Semoga Allah Ta’ala merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat. Kemudian ia membangunkan istrinya dari tidurnya dan ia pun lalu mengerjakan shalat. Kalau istrinya enggan, ia menyapukan air ke muka istrinya dengan kasih sayang.” [2]

Rasulullah juga bersabda, “Semoga Allah Ta’ala merahmati wanita yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat. Ia membangunkan suaminya lalu suaminya pun mengerjakan shalat. Kalau suaminya enggan, ia menyapukan air ke wajahnya dengan kasih sayang.” [3]

Nabi juga pernah bersabda, “Siapa saja yang bangun malam dan membangunkan istrinya, lalu keduanya mengerjakan shalat dua rakaat, niscaya keduanya akan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak ingat kepada Allah.” (HR. Muslim)

Sebagaimana yang diajarkan oleh Baginda Nabi, berlakulah lemah lembut dalam membangunkan pasangan agar ikutan menghidupkan malam. Dengan demikian, semoga kita termasuk ke dalam golongan yang selalu menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Beribadah bersama pasangan tentu saja akan lebih menetramkan. Dalam sebuah Hadist Rasulullah menyatakan bahwa, “Dua rakaat shalat orang yang sudah menikah lebih baik dari tujuh puluh rakaat yang masih lajang.” [4]. Untuk itu, menikahlah agar lebih menentramkan dan menenangkan.

Berbicara tentang ketentraman, Imam at-Thabari dalam menjelaskan kalimat “litaskunuu ilaiha”, beliau mengatakan, makna kalimat itu supaya kalian mampu menjaga kesucian diri kalian dengan kehadiran suami dan istri dalam kehidupan. Inilah makna yang paling mendasar dari “sakinah”. Adanya istri adalah benteng terkokoh bagi suaminya, agar mampu berlari dari yang keji menuju yang suci, dari dosa menuju pahala, dari nista menuju mulia, dari neraka menuju syurga. Demikian pula adanya suami menjadi perisai bagi istrinya yang akan melindungi dari segala gerisik hati, ucap lisan, dan laku anggota yang Allah murkai. [5]

Dan berdoalah berbagai macam kebajikan, karena waktu malam adalah saat terbaik dalam berdoa.

Catatan kaki
1. Terjemahan Ihya Ulumuddin juz 2,  keutamaan dan rahasia waktu malam, hal. 339, penerbit Republika.
2. Ibid, hal. 343
3. Ibid, hal. 343
4. Tanqihul Qaulu, Bab Nikah
5. Lapis-lapis keberkahan, mengisi rumah sejati